Rasulullah saw pernah bersabda bahwa semakin bertambah suatu masa, maka akan semakin buruk dari masa ke masa tersebut, mungkin itu terbukti juga kepada diriku, akhir tahun ini aku merasakan hal 180o berbeda dari akhir tahun lalu, dulu aku merasa sangat gembira, berbunga-bunga dan segala macam rasa yang menyenangkan ada di hatiku, sedangkan di akhir tahun ini semua berubah, berjalan begitu saja. Tetapi akhir tahun 2008 ternyata tidak semuanya berjalan begitu hambar, aku melakukan hal yang lebih positif dari yang aku lakukan tahun lalu.
Tahun 2007 lalu aku merasa mungkin adalah tahun yang sangat menyenangkan bagiku, banyak hal baru aku temukan, hal-hal yang belum pernah aku rasakan sekalipun dalam seumur hidupku, hari-hariku terasa sangat menyenangkan. Tapi di tahun 2008, hal pahit, getir aku rasakan, bahkan air mata pun tumpah, pikiranku kacau, tiap malam sulit untuk memejamkan mata. Kemudian aku kembalikan semua kepada yang maha kuasa, karena suatu rencana yang lebih baik pasti telah disiapkan-Nya untukku.
Kini aku menjalani hidupku sebagai diriku, berjalan perlahan dan insya Allah dengan pasti, semua aku pasrahkan kepada Allah SWT, karena semua yang ada di dunia ini adalah dalam kuasa-Nya. Dalam kehidupanku sekarang, sebuah penantian masih tersimpan di hatiku, bila memang seperti ini cara yang harus ku jalani, aku akan menjalaninya semampuku.
Kita tinggalkan permasalahanku di atas. Merujuk kembali pada dalil di atas, bahwa semakin bertambah masa maka akan semakin buruk masa itu, sama artinya juga semakin bertambah tahun maka tahun-tahun yang datang akan menjadi lebih buruk daripada tahun-tahun yang telah kita jalani. Moral akan semakin bobrok, pola pikir manusia akan semakin melenceng, dan hal-hal buruk lainnya. Lantas apa yang kerap kita gegap gempitakan di akhir tahun? Bertambahnya kebobrokankah yang kita rayakan? Lebih baik kita merenung mencoba mengkaji kembali kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan, dan mencoba untuk merubahnya. Bukan berarti kita tidak boleh merayakan pergantian tahun, karena tidak dapat dipungkiri dari sisi lain bahwa hal tersebut adalah hal yang ingin kita rayakan, tetapi merayakan bukan berarti dengan hura-hura, foya-foya, sampai-sampai mabuk dan “ngedrugs” semua hal yang hanya merujuk kesenangan duniawi, merayakannya dapat kita lakukan dengan berbagai hal positif, mengadakan pengajian, bakti sosial, dsb yang dilkukan bersama-sama, dengan demikian di samping kita dapat senang berkumpul dengan teman, manfaat positif bahkan pahala pun insya Allah bisa kita dapatkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar